Desa Jintel didirikan oleh seorang Empu SUPO pada zaman Kerajaan Majapahit, karena sesuatu sang empu memiliki masalah dengan Kerajaan Majapahit, sehingga sang Empu melarikan diri dari wilayah Desa Talun dan bersembunyi dalam keadaan Nempel/Nemplek dalam Wilayah Desa Talun, dalam persembunyianya pengejaran oleh Prajurit Majapahit EMPU SUPO melarikan kewilayah Utara dan dalam pelariannya sang empu terjerembab / Kepetel disuatu kubangan lumpur dan karena kejadian tersebut terdirilah suatu desa yang dikenal sebagai Desa Jintel. Dalam kondisi terjerembab / Kepetel sang Empu tetap dikejar oleh Prajurit Majapahit yang kemudian lari keutara dan bersembunyi / Delik dibagian Utara Desa Jintel yang kemudian dikenal sebagai wilayah Delik.
Dalam persembunyian ini di wilayah delik sang Empu tetap dikejar oleh Prajurit Majapahit dan kemudian melarikan diri lagi ke wilayah bagian utara lagi kemudian sang Empu menemukan sebuah Kedung / Sungai besar dengan Cahaya yang sangat terang, sehingga saat ini wilayah tersebut dikenal dengan wilayah Kedungpadang, dalam keadaan bersembunyi disungai sang Empu masih dikejar oleh Prajutit Majapahit kemudian Sang Empu melarikan diri lagi ke wilayah utara yang kemudian mengalami Kebingungan diwilayah tersebut dan terdirilaah suatau wilayah dibagian utara yang dikenal sebagai Dusun Bingungan yang termasuk bagian dari Desa Kedungpadang yang merupakan Batas Utara Desa Jintel. Dalam pelarianya yang mengalami Kebingungan tadi Sang Empu SUPO berubah pikiran untuk kembali arah, setelah dipandang para Prajurit Majapahit tidak mengejar kembali Sang Empu SUPO melanjutkan perjalannya. Dalam perjalannya sang Empu SUPO beristirahat dan minum dibawah pohon beringin yang kemudian hari wilayah tersebut dikenal dengan dusun Ngringin yang masuk dalam wilayah Desa Jintel. Selanjutnya sebagai kisah sejarah kelanjutan asal usul desa Jintel dikaetkan dengan keberadaan Dusun Jentir yang termasuk bagian dari Desa Ngangkatan karena akhir perjalanan sang Empu dikejar oleh Prajurit Majapahit berlari Kencang / NGETITIR ke arah Selatan Desa Jintel, Sehingga sampai saat ini wilayah tersebut dinamakan Dusun JENTIR.
Dari Sebagian cerita warga / sesepuh Desa mengatakan bahwa Desa Jintel berasal dari ungkapan bahwa wilayah ini adalah merupakan wilayah Jalan Terusan / Penemuan yang sangat terjal dan sangat sulit ditembus karena sebelumnya wilayah ini adalah wilayah perairan dan tanah batu lumpur, hal ini dapat diceritakan bahwa sebelum masuk Desa Jintel di perbatasan antara Desa Jintel dan Ngangkatan ada bekas suatu Bengawan yang Sebagian orang menamakan Bengawan tersebutn sebagai Bengawan SILUGONGGO yang letaknya ada diantara perbatasan Sungai desa Jintel dan Desa Ngangkatan.
Dari paparan Sejarah tadi Desa Jintel memiliki 4 Dusun yaitu Dusun Jintel, Dusun Ngringin, Dusun Kedungwinong dan Deusun Balongasem. Adapun nama-nama kepemimpinan yang telah mejabat di Desa Jintel adalah:
Demikian asal usul Pemerintahan Desa Jintel Kecamtan Rejoso Kabupaten Nganjuk
Desa Jintel merupakan salah satu dari 24 Desa yang ada dikecamatan Rejoso dan salah satu dari 284 Desa dan Kelurahan di Kabupaten Nganjuk yang terletak paling timur di kecamatan Rejoso. Daerah yang berbatasan dengan wilayah kecamatan Rejoso dan Gondang merupakan daerah daratan sedang yaitu sekitar 156 m diatas permukaan air laut. Berdasarkan data BPS Kabupaten Nganjuk Tahun 2018, curah hujan terbanyak di desa Jintel terjadi pada bulan Desember. Adapun Batas -batas Desa Jintel meliputi:
Batas-batas desa meliputi:
|
No |
Uraian |
Desa |
|
1 |
Sebelah Utara |
Kedungpadang |
|
2 |
Sebelah Barat |
Musir Kidul |
|
3 |
Sebelah Selatan |
Desa Ngangkatan |
|
4 |
Sebelah Timur |
Gondang Kulon |
Jarak tempuh Desa Jintel ke Kecamatan Rejoso adalah 3,5 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 10 menit dengan kendaraan bermotor. Sedangkan jarak tempuh ke ibu kota kabupaten Nganjuk adalah 12 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 1/2 jam ( 30 Menit).