Pernahkah Anda merasakan cuaca yang lebih dingin dari biasanya, meskipun sedang berada di musim kemarau? Fenomena ini dikenal dengan istilah bedding, dan sedang melanda beberapa wilayah di Indonesia.
Bagi sebagian orang, cuaca dingin ini mungkin terasa menyegarkan. Namun, bagi yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, perubahan suhu yang drastis ini dapat memicu munculnya penyakit.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena bedding disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:
Angin muson Australia yang kering: Angin ini membawa udara dingin dari Australia dan bergerak ke arah Indonesia.
Minimnya tutupan awan: Pada musim kemarau, tutupan awan di Indonesia berkurang. Hal ini menyebabkan panas matahari lebih mudah dilepaskan ke luar angkasa pada malam hari, sehingga suhu udara menjadi lebih dingin.
Tingginya tekanan udara: Tekanan udara yang tinggi di wilayah Indonesia membuat udara terasa lebih padat dan dingin. Meskipun terasa menyegarkan, fenomena bedding juga dapat berdampak negatif terhadap kesehatan, terutama bagi:
Tips Menjaga Kesehatan Saat Fenomena Bedding
Berikut beberapa tips untuk menjaga kesehatan saat fenomena bedding:
sumber : pesbana.com