Petani padi tak akan terlepas dari permasalahan seperti gulma, hama, ataupun jamur. Masalah tersebut merupakan hal biasa bagi petani padi. Akibat perubahan iklim yang tidak menentu.
Pada Senin (17/02/2025) kelompok tani Desa Sidokare, Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Babinsa adakan penyemprotan pestisida di area persawahan Desa Sidokare. Hal tersebut bertujuan melakukan pencegahan penyakit Blas atau Kresek pada tanaman Padi.
Nyaminah mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk realisasi dari monitoring yang sudah dilakukan sebelumnya.
“Sangat dibutuhkan untuk pencegahan penyakit blas atau kresek yang menyerang daun di tanaman padi, sehingga akan mengakibatkan daun akan menguning dan kering, sehingga dapat mempengaruhi pertumbahan tanaman padi yang dapat mengakibatkan produktivitas panen menjadi turun drastis, ” jelas Nyaminah.
Penyemprotan pestisida dilaksanakan pada pukul 08.00 WIB sesuai dengan arahan PPL mengingat pagi hari menjadi waktu yang baik untuk penyemprotan pestisida dikarenakan stomata daun yang terbuka di pagi hari sehingga pestisida dapat menyerap dengan maksimal.
“Semoga dengan penyemprotan ini, penyakit blas dapat dicegah dan tanaman padi dapat tumbuh dengan baik dan hasil panen bisa meningkat,” ujar Nyaminah.
Adapun harapan petani pada musim panen mendatang yaitu mendapatkan hasil yang lebih baik serta lahan pertanian membaik dan harga gabah yang tinggi sehingga para petani tidak merugi.